Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2012

Night and its sky up above

October 12th 2012. Thought and its time.


Look at me, look at closer..
The words left, the passion held, the feeling kept all along
How can I bear these when you're away
How can I be survive while the feeling come and go
What's the meaning of seeing if they are only in pretending
Where the use of claiming while the wall always lies between

The stakes are high
Here is my hand, where is yours..?


***

well, kekeke itu hasil di bulan oktober...later i'm gonna post bulan-bulan sebelumnya :D 

Senin, 20 Februari 2012

kaca

Mengais jelas di antara keping keping bias
Kemarau kelabu menjarang karang bebatuan berasap
Waktu yang bersesuaian dengan nyata kadang mengelabui mata
Bilakah suatu saat aku tau
Dan cermin pun bercerita, sisi lain yang tersembunyi oleh bias asa

Terlambat Ibu..terlambat aku tau..
Tertambat hatiku pada tanda yang tidak sengaja ku gariskan jemari tertahan dan pecahan kapal yang karam
Dermaga yang telah koyak menggiring angin angin kehampaan

Seperti ini rasanya
Seperti ini caranya
Menyadarkan hati manusia

Tuhan..
Tuhan Yang Maha Tahu


[Januari, 2012]

Selasa, 08 November 2011

10 Januari 2007

“Ku terawang indahnya cakrawala
Mengalun deras kicauan maya dalam dada
Ku bisikan cerita singkat pada malam
Tempatku berbagi tawa pedih dan semua garis yang pernah terlukis
Sebening kaca berkilau kristal yang bersulamkan api

Ku hanyutkan tawaku dalam langit penuh bintang
Ku tebarkan asa lewat mata nan ku lukiskan garis biru dalam sisi angin-angin yang mencekam
Ku katakan pada mereka secarik harap yang tak mungkin tercari
Ku lantunkan nada sunyi menggantung jiwa, mengusut kepenatan yang merindukan kedamaian...”


Diary, 2007

30 Januari 2007

"Ku jumpai seribu lembah dengan sejuta anginnya
Ku pejamkan mata, menutup suatu nyata
Ku penda, suatu namun meronta ia terbuka
Tak seriingan batu karang tak jua seberat kapas
Jarum jam berputar menunjuk bintang yang bersinar
Tak seorang berdiri di sekitas
Semakin sepi ia meraung keluar...
Jalan yang sama,
Mengapa kini begitu membosankan...? "


Diary, 2007

Selasa, 19 April 2011

ejaan lama

cermin terpecah buat pejah
kelana terarak
lingkaran air dingin buat basah kaki tangan
merebahkan badan di antara rumput kepayahan
bulan masih ada tapi tinggal separo
lihat awan di tengah, lucu

muncul tanya klasik
cermin bayang tak pernah terpantulkan
dikurung jerami basah
putus urai lelah kesalnya
sesalnya,
cerminnya pecah,
berantakan.
telinganya lama gak mendengar
tanda baca lama

Sabtu, 29 Januari 2011

untitled

serangkai tinta menggores kertas
merangkai kata jemu yang dilontar
desah angin sapuan cerita
tarian caci tawa

sebelah wajahmu memberiku tahu
lain menamparku malu
kaca bertahtakan rubi
membuang hitam putih padang lawas

December, 2010

Selasa, 10 Agustus 2010

.

kebas hati berdiam
tatapan kosong yang digenggam
kata yang menggores makna
selembar kiasan
sekejap bayangan
cermin air mata yang tertahan
atau matahari yang tak sampai


Minggu, 13 Juni 2010

today. again.

I'm just missing you today
just like yesterday
don't want to be tomorrow
if it just brings sorrow

I miss you again
just when you call my name
just when you ask me for help

I miss you again
just when I see you in every way
I now this is real
just whenever you ignoring me

I miss you again.



Semarang, room, the day I cried.

Minggu, 30 Mei 2010

can't stop

Hembus malam menerpa
Membangunkan semua jawab
Mungkin hanya sebuah penghiburan
Seteguk air dikala kehausan atau
Melangkahkan ragu pada nyata

Harapnya tak ada lagi bias
Pintanya bintang itu segera pulang

.

Jumat, 28 Mei 2010

old poems

ini cuma puisi-puisi yang sudah aku buat sejak lama. dibuat dengan background bermacam-macam perasaan. kayaknya bagus, jadi aku posting aja sekarang.
cekidot :)

042506

Merpati terbang menukik
Memecah kehehingan waktu
Menyelinapi bintang

Angin mengikat memaksa pergi dari tempat fajar

Melengking keras memaksakan kehendak
Menarik kuat menahan langit
Surya kan segera datang
Merangkak lari terkejar waktu
Menganga menantikan warna
Telah mulai melukis
Bintang yang tak jua berpendar


011207

“Ku terawang indahnya cakrawala
Mengalun deras kicauan maya dalam dada
Ku bisikan cerita singkat pada malam
Tempatku berbagi tawa pedih dan semua garis yang pernah terlukis
Sebening kaca berkilau kristal yang bersulamkan api
Ku hanyutkan tawaku dalam langit penuh bintang
Ku tebarkan asa lewat mata nan ku lukiskan garis biru dalam sisi angin-angin yang mencekam
Ku katakan pada mereka secarik harap yang tak mungkin tercari
Ku lantunkan nada sunyi menggantung jiwa, mengusut kepenatan yang merindukan kedamaian...”

011607

Tak kutau arti suatu nyata
Yang kutau hanya rasa
Semua bicara yang terungkap tulis
Samar mengingkat nanar pedih
Luka yang seolah ku torehkan
Beribu tanya menghempas waktu,
Kau berbeda,
Atau ku yang perasa...

092307

In a big day
In the time of reducing age,

Did you ever love me, Dad?

030908

Detik demi detik yang terlewati
Hingga hari yang kulalui
Bait bait lantunan keputusasaan yang kurenungkan
Membuatku makin lelah
Sampailah aku pada ujung jalan
Jalan ini gelap, tak tau arahnya
Seribu tanya menggenang memenuhi
Lantunan kata yang membuatku tersadar
Jauhnya kita
Sesal menyerang, karena adanya kita
Lelahku bertanya, jengah aku berfikir
Arusmu yang melelahkan buatku jatuh di kesenyapan

Aku sadar suatu hal.

092709

Menerawang langit mencari gelap
Memandang bintang tak kunjung usai
Aku merindukan sang malam
Ketika awan tak lagi bercerita
Aku ingin menghilang kala
Awan tak lagi bercahaya

Semburat tipis senyum yang payah
Menggapai miris ia berlari
Menerobos segala fikir
Menyangkal segala yang telah ia tumpahkan
Bersusah memotong untaian dawai yang tersambung
Tertatih mematahkan rantai semu

Tapi ia gagal....
Ia gagal menegakan hatinya
Egonya terlalu besar
Matanya terlalu buta untuk waktu yang lama

Akhirnya ia kalah.
Lelah ia berpura dengan sang waktu.

Meski hitam seolah menyelubunginya
Meski caci pernah ia terima
Meski asanya seolah tak didengar
Meski titik yang berlalu
Untuk ini dia tak lagi buta
Dia belum kalah....