What if all that happened in your life were all lies. What if the life you had today, the peoples you used to talk were all nothing. They don't have any connection with you, or even worse they never existed. What if all these things that matters you, the thing that revolves around you, the peoples you are clinging to, all were a dream. These all were only a part of a dream. You are only somebody who is suffering coma and have had a long long dream.
If it was true, I am afraid I can not take that. I am afraid I choose to stay in coma instead.
Sometimes, when you really attached to certain thing, whether it's person, thing or relationship, it will be hard to be separated from them. To accept that finally they will not be included in your life anymore.
To let them go.
It was hard to imagine what my life could be without one person I love and respect gone. For my self being honest, I never imagine that. Yes it is hard, those concatenation of my life changing. But I finally have my self over it. I am okay and being ready to face my next destiny.
Sometimes, it is hard to accept the truth. It is really terrifying to picture that what I have been trough, all the relationship I had with all my bestfriends, my Mother, my Brother, and my loved one were nothing. I mean, we do not sit at the same boat, we do not cross the same sea. They don't feel the feeling the way I do. They can not understand. No, I love them and yes maybe they like being with me. If they were not, how could they stay. But, sometimes being together doesn't meaning always has the same rhythm in understanding each other. Everytime.
I try to comprehend, I will look closely what matters and fix what bothers.
For the ones I love, I will, and if it doesn't work out...so it is the time for accepting.
To let them go.
Kamis, 09 Mei 2013
Sabtu, 06 April 2013
malam
sebenernya aku ragu mau ngepost ini apa ga, soalnya tulisan kali ini kayaknya tulisanku yang paling nggilani. it is too cheesy. I know that -,- tapi ini munculnya inspiring banget, jadi eman-eman kalo dibiarin di buku aja. sebenernya pun kalo di post yang liat paling ya cuma yang follow *pun kalo ngepasi diliat :'D* dan orang-orang random yang datang ke blog karena efek samping dari liat liat materi lain di blog ini *pun kalo ga langsung di tutup karena isi sama judul suka nyeleneh*. tapi yaudah sih ya susah amat. pengen post tinggal di post aja, toh yang yang ngepost aku sendiri, akun juga aku sendiri yang punya. kalo sumber inspirasinya dateng baca ya syukur. *terus mau ngapain, ga ngerti, yaudah.* kalo ga dateng, yaudah juga. tapi kayaknya juga gamungkin baca. hahaha. masalahnya aku nulis cuma kalo lagi perasaannya di bawah. jadi ya isinya selalu gitu-gitu. however, I like my writings. whether it is good or not, I love it. it pictures my feeling. it draws what i can not say out. mungkin kadang agak lebay-lebay gimana gitu, but trust me it can happen to anyone of us. hahaha ngeles. kalo kayak gini aku jadi ngerti, kenapa ariel noah lirik lagunya keren keren, his life must be tough. hahaha. ouch. here it goes. i gave it,
malam,
karena malam punya dua wajah, dia baik dan menangkan saat kamu seneng. di lain waktu dia bisa jadi saat paling panjang yang paling ingin kamu hindari, karena saat itulah semua hal berkelebatan di kepala. Ya Allah aku makin ngelantur aja ngomongnya. okelah. jadi ini, malam.
aku mengeluhkan tentang sedihnya perasaan yang tak berbalas
tentang bodohnya manusia yang masih mengharap
di tengah jeruji penolakan ia mencoba masuk
di antara lembaran basah ia memaksa bertahan
di dalam jemari yang goyah ia merangkai derap
tak bergeming menghenti langkah
sedihnya perasaan yang sendiri
lelahnya mengharap sendirian
sakitnya berpayah sendiri
memanggil manusia,
dan bertahan dalam sendiri,
aku mengeluhkan mengapa tak saja melengok
meski lelah tak bersuara sampai menggigil
merentang rindu menghitung bulan yang berlebih
wajah yang tak mengalahkan waktu yang berjalan
aku menyayangkan mengapa semesta begitu jauh
begitu dekat hingga ku tak dapat melihat
dalam gelapnya malam dan jeritnya langit yang sama
aku memanggil,
berujar doa yang menjalin sumbu kehidupanku padamu
aku mengharap,
dalam diam yang berujar...
(Januari-Februari 2013)
malam,
karena malam punya dua wajah, dia baik dan menangkan saat kamu seneng. di lain waktu dia bisa jadi saat paling panjang yang paling ingin kamu hindari, karena saat itulah semua hal berkelebatan di kepala. Ya Allah aku makin ngelantur aja ngomongnya. okelah. jadi ini, malam.
aku mengeluhkan tentang sedihnya perasaan yang tak berbalas
tentang bodohnya manusia yang masih mengharap
di tengah jeruji penolakan ia mencoba masuk
di antara lembaran basah ia memaksa bertahan
di dalam jemari yang goyah ia merangkai derap
tak bergeming menghenti langkah
sedihnya perasaan yang sendiri
lelahnya mengharap sendirian
sakitnya berpayah sendiri
memanggil manusia,
dan bertahan dalam sendiri,
aku mengeluhkan mengapa tak saja melengok
meski lelah tak bersuara sampai menggigil
merentang rindu menghitung bulan yang berlebih
wajah yang tak mengalahkan waktu yang berjalan
aku menyayangkan mengapa semesta begitu jauh
begitu dekat hingga ku tak dapat melihat
dalam gelapnya malam dan jeritnya langit yang sama
aku memanggil,
berujar doa yang menjalin sumbu kehidupanku padamu
aku mengharap,
dalam diam yang berujar...
(Januari-Februari 2013)
Sabtu, 23 Maret 2013
vague
talking to you I met vagueness,
saving me from the scary night but draw me into longer awake,
helping me to clear the noise but deafen me even worse,
reuniting me with the feeling of insecurity,
alone.
in this obscurity, I'm afraid I'm not really lost anymore
Maret, 2013
saving me from the scary night but draw me into longer awake,
helping me to clear the noise but deafen me even worse,
reuniting me with the feeling of insecurity,
alone.
in this obscurity, I'm afraid I'm not really lost anymore
Maret, 2013
Kamis, 21 Maret 2013
the heart cannot heal, what the mind cannot forget
percaya true love ga? saya sih percaya-percaya aja, buktinya ada dari
adama hawa, layla majnun sampe yang lagi ngetren habibie ainun. tapi
masalahnya bukan mereka yang jadi masalah. terus apa. ya oke oke ini
bakal ga nyampung sama prolog barusan. jadi ada hal yang mengganjal
kepala beberapa hari ini.
ada istilah the heart cannot heal what the brain cannot forget,
lalu kata teman, memaafkan berarti melupakan,
adalagi, mencintai berarti melupakan—kesalahan maksudnya,
yang mengganjal kepala saya sebetulnya adalah, perasaan manusia. jadi
sebetulnya kalo bermain dengan perasaan itu mengandalkan pikiran ato
enggak. ato malah sebaliknya karena kita memikirkan suatu permasalahan
makanya manusia jadi menggunakan perasaan. sebetulnya kalo mengevaluasi
kejadian itu pakai otak atau hati? kalo otak kenapa bagian jantung yang
terasa sakit kalo ada sesuatu yang tidak sesuai harapan? kalau pakai
hati kenapa otak yang lebih banyak berkomentar? memainkan rasionalisasi
yang seringkali berusaha menyelamatkan yang terasa sakit? okeoke. saya
juga bingung. yang jelas belum ada skripsi tentang beginian mungkin
hahaha.
saya kemudian ingat cerita dari ibu saya tentang kekasih yang ga bisa
move on dari kekasihnya sampai melihat anak kekasihnya yang sudah
besar. baru akhirnya dia bisa legawa dan melanjutkan hidupnya alias move
on. lalu saya ingat ketika saya dihadapkan pada situasi beberapa tahun
lalu. bagaimana bisa perasaan manusia bisa berganti begitu cepat? ato
pikiran? tapi bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang gabisa
melepaskan perasaanya dari sesuatu atau seseorang atau peristiwa padahal
secara logika seharusnya hal tersebut ga berpengaruh lagi untuk dia?
lalu apa yang sebenernya dipikirkan seseorang yang melakukan seuatu yang
ga dia inginkan? apa yang sebenernya dia rasakan sehingga sampai hati dengan
diri sendiri berbuat demikian?
tetapi sekali lagi mungkin itulah kerennya perasaan dan logika. dua hal yang saling bertolak belakang tapi saling melengkapi.
sebagian kecil dari kerennya Tuhan yang menciptakan segala sesuatunya
secara berpasang-pasangan. jadi, siapa pendamping wisuda saya? hahaha
Jumat, 12 Oktober 2012
Night and its sky up above
October 12th 2012. Thought and its time.
Look at me, look at closer..
The words left, the passion held, the feeling kept all along
How can I bear these when you're away
How can I be survive while the feeling come and go
What's the meaning of seeing if they are only in pretending
Where the use of claiming while the wall always lies between
The stakes are high
Here is my hand, where is yours..?
Look at me, look at closer..
The words left, the passion held, the feeling kept all along
How can I bear these when you're away
How can I be survive while the feeling come and go
What's the meaning of seeing if they are only in pretending
Where the use of claiming while the wall always lies between
The stakes are high
Here is my hand, where is yours..?
***
well, kekeke itu hasil di bulan oktober...later i'm gonna post bulan-bulan sebelumnya :D
u can hear the voice
tik tok tik tok...
waktu terus berjalan dan kita ga bisa menghindar dari kenyataan itu. sementara waktu berjalan, umur makin bertambah, dan kenyataan bahwa kita semakin dewasa semakin dekat. at least to be what we supposed to be. grown up. dengan semua sisi kedewasaan yang dituntut oleh lingkungan sekitar, dengan to-do-list tanggung jawab yang mulai muncul, dan dengan well, let's say, beban yang makin bertambah.
di kampus, u gotta face the final exam, whatever it's gonna be, thesis, final assignment, final project, apalah terserah. sooner or later you're just gonna meet them. greet them, nicely.
di rumah, dewasa, contoh buat yang lain, tanggung jawab, advise, more complicated discussion, more complex, or having more responsibilities in it...
social life, you just..gotta get yourself to adjust your surrounding. the way you dress up, the way you speak, the way you behave, the way you think, the way you treat people, the way you show yourself to the others...
and sooner or later,
the work-life.... sigh... it doesn't meaning i dont wanna move to the next cha\pter but, it is just... it seems...burdensome... being adult, being a grown up woman, a grown up eldest sister in your family, is kinda... it doesnt mean that i dont like it, wanna runaway or something but, just gimme a break... i was just, a little bit afraid. i am....
if couple years ago i was brave enough to say that i'm ready to bear all the responsibilities and can not wait for being adult, really the whole adult life... now, i mean like right now, i wanna grab a time machine and stay at that age a little longer... just for few moment...
but the time is ticking dude... no mercy.
which mean.. i.have.no.other.option.
just walk, and get my self, my whoolle self ready for that phase coming to my life closer... yes. i guess we never have a choice. keke. even the most simple thing such as taking a breath is a choice, the future phase. keke. literally :p besides, taking a breath is not a simple thing, you can not live if you can not taking the oxygen properly can you? :p
so let's make these things clear. we don't have a choice for stepping the previous chapter, the only possible way is walking forward, taking a new chapter, the next chapter in your destiny. no offense, no regret and hesitation. okay, i knew it. it is going to be a lil bit hard, definitely.it is going to take a little time. but come on, that's the only--natural--way to challenge your self become stronger. a new one. a better one.
so hold on. not for them, but for your self.
keep your head high, never loose the faith, and be brave.
a better-new-strong person, is on her/his way...
a better-new-strong person is you... :)
Minggu, 17 Juni 2012
a mess
katanya umur early 20an itu umur-umurnya pembuat masalah, ato umur ketika orang rawan melakukan kesalahan karena lagi asik asiknya belajar menempatkan dirinya di posisi kedewasaan. betul atau salah ga tau deh. tapi kayaknya ada benernya. lepas dari teori dan tahap perkembangan yang seharusnya udah di luar kepala seorang mahasiswa semester 6 psikologi, hal itu memang ada benernya. i think its period of mine. entah kenapa apa aja yang aku lakuin rasanya berantakan. mess. ga ada yang sempurna. merepotkan orang lain. less spirit. atau iri dengan apa yang udah bisa teman-teman capai. entah gimana ceritanya aku ngerasa berantakan. thats it. ga tau kenapa. i ve tried my best. hey, the best i can ever do. the hardest karena aku banyak berusaha melakukan yang sebelumnya banyak aku hindari. pray its gonna end soon.
pray for mighty twenty!!!! :D
Langganan:
Entri (Atom)