Senin, 01 Juli 2013

saya ada karena saya berpikir

akhir akhir ini kesabaran dan resiliensi gue bener bener diuji. dari ujian tekanan dari rumah, kuliah, temen-temen dan gebetan (?). hahaha. good thing alergi gue keluarnya gantian, kalo engga bisa gawat. tapi gue belajar banyak hal dari semua itu.

1. terkadang orang mengasihani dirinya sendiri lebih dari batas yang seharusnya. but that's okay mengeluh itu tempatnya manusia kok. makanya ada pepatah, kalo lo mau bersyukur jangan melihat ke atas terlalu lama dan kalo lo mau maju jangan melihat ke bawah terlalu lama..

2. kadang penderitaan yang kita rasakan itu karena ulah kita sendiri. karena lo terlalu self-minded dan enggan untuk berfikir secara lebih luas. ternyata masih banyak kok bright side dari masalah yang lo alamin. sepelik apapun masalah itu. semua tergantung gimana lo menyikapi masalah lo.

jadi kalo ada pepatah, your asumption kills you. yep, it's right guys.  terkadang pendapat lo sendiri lah yang bakal bunuh lo pelan-pelan.

3. harapan. sama halnya dengan harapan. di hunger games pernah dikatakan kalo harapan yang terlalu kecil itu bakal bikin lo terdemotivasi. harapan yang berlebihan bikin semuanya jadi ga terkendali. intinya kalo lo ga pinter dalam mengolah harapan, it's gonna kill you. like Shakespeare said, expectation is the root of all disappointment.

4. gue bener-bener sadar kalo semua yang pernah keluar dari mulut kita bakal minta pertanggungjawaban dari kita. lo mungkin pernah ngomong sesuatu hal, yang buat lo itu becanda ato ga serius. tapi di luar sana mungkin ada anak manusia yang terluka karena omongan lo. dan itu bisa berakibat fatal. ini cerita temen gue.
 
5. gesture. mungkin mulut lo bisa jadi ngomong hal-hal yang manis tapi muka dan gerakan badan lo belum tentu menunjukkan hal yang sama. gue makin belajar gimana model pertemanan di dunia yang makin dewasa dan keras ini. halah. gue bener-bener harus lebih berhati-hati. gue gamau sakit hati lagi. hahaha.
 
6.  kadang orang yang lo kira kurang baik, ato menurut temen-temen lo juga kurang baik malah ada di saat-saat terburuk lo. mungkin dia bisa bantu lo, ato dia yang mengerti apa yang tengah lo rasain ketika yang lain engga ada di samping lo, ato bahkan dialah yang bantu balikin kepercayaan diri lo tentang prinsip semua akan baik-baik saja itu kembali. who knew.

7. ini sih personal, kalo gue udah ga respek ato gasuka sama orang, sikap gue bakal keliatan banget. menunjukkan kalo gue betul-betul defensif dengan ekistensi dia. dan gue baru kena batunya kemarin. pelajarannya sih, jangan pernah berlebihan dalam bersikap ato lo bakal kena batunya. hahaha.

8. belajarlah untuk membuka hati. gue tahu ini susah. gue juga yakin kalo buat sebagian besar orang ini susah. membuka hati bisa berarti macem-macem. membuka hati ga cuma buat gebetan, mantan gebetan, mantan pacar, ato apapun sejenisnya. it's about everything. kalo lo mau membuka hati buat apa aja di dunia ini, in shaa allah semua bakal terlihat lebih terang dari sebelumnya. but it's hard, i know.

mungkin selama ini gue belum benar-benar membuka hati. belum benar-benar berusaha mengerahkan seluruh kemampuan gue untuk menuju kepada keadaan yang lebih baik, dalam hal temen, kuliah, keluarga, orang yang gue sayang, dan of course hidup gue sendiri. meski ga jarang gue merasa kecewa mereka tapi kalo lihat yang terjadi sekarang gue gabisa ngilangin kebiasaan bahwa memang gue lah yang paling bersalah. kenapa? karena ini hidup gue, gue lah yang membuat pilihan jadi gue lah yang paling bertanggung jawab dengan semuanya, terlepas dari takdir yang dikasih sama Tuhan. diem dan mengeluh udah jelas ga akan nyelesin masalah. pilihan gue cuma satu, yaitu tetep semangat buat ngejalanin apapun yang ada di depan mata. apapun. dengan alergi apapun yang nemenin gue. hahaha. dengan atau tidak ada dukungan dari orang-orang yang gue harapkan. 

jadi pelajaran terakhir adalah,

9. cogito ergosum.  gue yang sekarang ini, ADA karena ulah dari pemikiran gue. jadi mikirlah yang baik-baik, in shaa allah lo bakal jadi orang yang baik.

semangat!

Kamis, 09 Mei 2013

sequence

What if all that happened in your life were all lies. What if the life you had today, the peoples you used to talk were all nothing. They don't have any connection with you, or even worse they never existed. What if all these things that matters you, the thing that revolves around you, the peoples you are clinging to, all were a dream. These all were only a part of a dream. You are only somebody who is suffering coma and have had a long long dream.
If it was true, I am afraid I can not take that. I am afraid I choose to stay in coma instead.
Sometimes, when you really attached to certain thing, whether it's person, thing or relationship, it will be hard to be separated from them. To accept that finally they will not be included in your life anymore.
To let them go.
It was hard to imagine what my life could be without one person I love and respect gone. For my self being honest, I never imagine that. Yes it is hard, those concatenation of my life changing. But I finally have my self over it. I am okay and being ready to face my next destiny.
Sometimes, it is hard to accept the truth. It is really terrifying to picture that what I have been trough, all the relationship I had with all my bestfriends, my Mother, my Brother, and my loved one were nothing. I mean, we do not sit at the same boat, we do not cross the same sea. They don't feel the feeling the way I do. They can not understand. No, I love them and yes maybe they like being with me. If they were not, how could they stay. But, sometimes being together doesn't meaning always has the same rhythm in understanding each other. Everytime.
I try to comprehend, I will look closely what matters and fix what bothers. 
For the ones I love, I will, and if it doesn't work out...so it is the time for accepting.
To let them go. 

Sabtu, 06 April 2013

malam

 sebenernya aku ragu mau ngepost ini apa ga, soalnya tulisan kali ini kayaknya tulisanku yang paling nggilani. it is too cheesy. I know that -,- tapi ini munculnya inspiring banget, jadi eman-eman kalo dibiarin di buku aja.  sebenernya pun kalo di post yang liat paling ya cuma yang follow *pun kalo ngepasi diliat :'D* dan orang-orang random yang datang ke blog karena efek samping dari liat liat materi lain di blog ini *pun kalo ga langsung di tutup karena isi sama judul suka nyeleneh*. tapi yaudah sih ya susah amat. pengen post tinggal di post aja, toh yang yang ngepost aku sendiri, akun juga aku sendiri yang punya. kalo sumber inspirasinya dateng baca ya syukur. *terus mau ngapain, ga ngerti, yaudah.* kalo ga dateng, yaudah juga. tapi kayaknya juga gamungkin baca. hahaha. masalahnya aku nulis cuma kalo lagi perasaannya di bawah. jadi ya isinya selalu gitu-gitu. however, I like my writings. whether it is good or not, I love it. it pictures my feeling. it draws what i can not say out. mungkin kadang agak lebay-lebay gimana gitu, but trust me it can happen to anyone of us. hahaha ngeles. kalo kayak gini aku jadi ngerti, kenapa ariel noah lirik lagunya keren keren, his life must be tough. hahaha. ouch. here it goes. i gave it,  
malam,
karena malam punya dua wajah, dia baik dan menangkan saat kamu seneng. di lain waktu dia bisa jadi saat paling panjang yang paling ingin kamu hindari, karena saat itulah semua hal berkelebatan di kepala. Ya Allah aku makin ngelantur aja ngomongnya. okelah. jadi ini, malam.

aku mengeluhkan tentang sedihnya perasaan yang tak berbalas
tentang bodohnya manusia yang masih mengharap
di tengah jeruji penolakan ia mencoba masuk
di antara lembaran basah ia memaksa bertahan
di dalam jemari yang goyah ia merangkai derap
tak bergeming menghenti langkah

sedihnya perasaan yang sendiri
lelahnya mengharap sendirian
sakitnya berpayah sendiri
memanggil manusia,
dan bertahan dalam sendiri,

aku mengeluhkan mengapa tak saja melengok
meski lelah tak bersuara sampai menggigil
merentang rindu menghitung bulan yang berlebih
wajah yang tak mengalahkan waktu yang berjalan

aku menyayangkan mengapa semesta begitu jauh
begitu dekat hingga ku tak dapat melihat

dalam gelapnya malam dan jeritnya langit yang sama
aku memanggil,
berujar doa yang menjalin sumbu kehidupanku padamu
aku mengharap,
dalam diam yang berujar...

(Januari-Februari 2013)

Sabtu, 23 Maret 2013

vague

talking to you I met vagueness,
saving me from the scary night but draw me into longer awake,
helping me to clear the noise but deafen me even worse,
reuniting me with the feeling of insecurity,
alone.

in this obscurity, I'm afraid I'm not really lost anymore



Maret, 2013

Kamis, 21 Maret 2013

the heart cannot heal, what the mind cannot forget

percaya true love ga? saya sih percaya-percaya aja, buktinya ada dari adama hawa, layla majnun sampe yang lagi ngetren habibie ainun. tapi masalahnya bukan mereka yang jadi masalah. terus apa. ya oke oke ini bakal ga nyampung sama prolog barusan. jadi ada hal yang mengganjal kepala beberapa hari ini.

ada istilah the heart cannot heal what the brain cannot forget,
 
lalu kata teman, memaafkan berarti melupakan,

adalagi, mencintai berarti melupakan—kesalahan maksudnya,

yang mengganjal kepala saya sebetulnya adalah, perasaan manusia. jadi sebetulnya kalo bermain dengan perasaan itu mengandalkan pikiran ato enggak. ato malah sebaliknya karena kita memikirkan suatu permasalahan makanya manusia jadi menggunakan perasaan. sebetulnya kalo mengevaluasi kejadian itu pakai otak atau hati? kalo otak kenapa bagian jantung yang terasa sakit kalo ada sesuatu yang tidak sesuai harapan? kalau pakai hati kenapa otak yang lebih banyak berkomentar? memainkan rasionalisasi yang seringkali berusaha menyelamatkan yang terasa sakit? okeoke. saya juga bingung. yang jelas belum ada skripsi tentang beginian mungkin hahaha.

saya kemudian ingat cerita dari ibu saya tentang kekasih yang ga bisa move on dari kekasihnya sampai melihat anak kekasihnya yang sudah besar. baru akhirnya dia bisa legawa dan melanjutkan hidupnya alias move on. lalu saya ingat ketika saya dihadapkan pada situasi beberapa tahun lalu. bagaimana bisa perasaan manusia bisa berganti begitu cepat? ato pikiran? tapi bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang gabisa melepaskan perasaanya dari sesuatu atau seseorang atau peristiwa padahal secara logika seharusnya hal tersebut ga berpengaruh lagi untuk dia? lalu apa yang sebenernya dipikirkan seseorang yang melakukan seuatu yang ga dia inginkan? apa yang sebenernya dia rasakan sehingga sampai hati dengan diri sendiri berbuat demikian?

tetapi sekali lagi mungkin itulah kerennya perasaan dan logika. dua hal yang saling bertolak belakang tapi saling melengkapi. 

sebagian kecil dari kerennya Tuhan yang menciptakan segala sesuatunya secara berpasang-pasangan. jadi, siapa pendamping wisuda saya? hahaha

Jumat, 12 Oktober 2012

Night and its sky up above

October 12th 2012. Thought and its time.


Look at me, look at closer..
The words left, the passion held, the feeling kept all along
How can I bear these when you're away
How can I be survive while the feeling come and go
What's the meaning of seeing if they are only in pretending
Where the use of claiming while the wall always lies between

The stakes are high
Here is my hand, where is yours..?


***

well, kekeke itu hasil di bulan oktober...later i'm gonna post bulan-bulan sebelumnya :D 

u can hear the voice


renungan. prokastinasi. oktober. 2012 

tik tok tik tok...

waktu terus berjalan dan kita ga bisa menghindar dari kenyataan itu. sementara waktu berjalan, umur makin bertambah, dan kenyataan bahwa kita semakin dewasa semakin dekat. at least to be what we supposed to be. grown up. dengan semua sisi kedewasaan yang dituntut oleh lingkungan sekitar, dengan to-do-list tanggung jawab yang mulai muncul, dan dengan well, let's say, beban yang makin bertambah.

di kampus, u gotta face the final exam, whatever it's gonna be, thesis, final assignment, final project, apalah terserah. sooner or later you're just gonna meet them. greet them, nicely.
di rumah, dewasa, contoh buat yang lain, tanggung jawab, advise, more complicated discussion, more complex, or having more responsibilities in it...
social life, you just..gotta get yourself to adjust your surrounding. the way you dress up, the way you speak, the way you behave, the way you think, the way you treat people, the way you show yourself to the others...

and sooner or later,

the work-life.... sigh... it doesn't meaning i dont wanna move to the next cha\pter but, it is just... it seems...burdensome...  being adult, being a grown up woman, a grown up eldest sister in your family, is kinda...  it doesnt mean that i dont like it, wanna runaway or something but, just gimme a break... i was just, a little bit afraid. i am....

if couple years ago i was brave enough to say that i'm ready to bear all the responsibilities and can not wait for being adult, really the whole adult life... now, i mean like right now, i wanna grab a time machine and stay at that age a little longer... just for few moment...

but the time is ticking dude... no mercy.

which mean.. i.have.no.other.option.

just walk, and get my self, my whoolle self ready for that phase coming to my life closer... yes. i guess we never have a choice. keke. even the most simple thing such as taking a breath is a choice, the future phase. keke. literally :p besides, taking a breath is not a simple thing, you can not live if you can not taking the oxygen properly can you? :p
so let's make these things clear. we don't have a choice for stepping the previous chapter, the only possible way is walking forward, taking a new chapter, the next chapter in your destiny. no offense, no regret and hesitation. okay, i knew it. it is going to be a lil bit hard, definitely.it is going to take a little time. but come on, that's the only--natural--way to challenge your self become stronger. a new one. a better one.

so hold on. not for them, but for your self.

keep your head high, never loose the faith, and be brave.

a better-new-strong person, is on her/his way...

a better-new-strong person is you... :)