Tampilkan postingan dengan label boo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2010

sink over the past

it was about yesterday.

i uploaded some photos in my faceobook account when i and my high school friends were outbond in Batur Agung, Purwokerto. in those occasion i took picture with my boy friends and of course i uploaded that picture too. aahh, i just wanna laugh, and the next day my grandma texted me after seeing her homepage in facebook, she looked curious whether one of that boys are my boyfriend or not.

"Son, i saw your picture with some boys. is that your boyfriend or what?"

i thought she is restrict to me about getting along with a some guy. and i said,

"heehee, it's not like that granny, they just my friends and they already has a girl friend... "


i thought she would feeling bad about that pics and she would reply me with some advices. but, it was not. i was wondering, is there something wrong? then at the night I asked my mom,

"Mom, Granny was asking me bout my pics , is she feel bad with my pictures?"

and she gave a surprise answer,

"No, she doesn't feel bad at all. She is wondering if you had a boyfriend she would be happy... heeheeh.. "

me, "O.O"

well, that was surprised me. I thought i was restricted to getting along with someguy till i finish my study, but i guess i was wrong. guess it seems i've grown up.... :) boyfriend...

oow, one my friends has broke up with her boyfriend. her boyfriend was cheating her, she looks okay but actually i'm not sure with her happy face. i guess there must be sometime , when she is all alone she ll sigh at her self. huh, i hope i'm wrong. andd.. the other girl told me that she has a boyfriend. well, i can't see "a very happy face " in her face but i see "yes, i feel complete.." written in her face. finally she found him :)

this situation, reminds me about my past. me and my bestbestfriend, Kristi, one starts a relationship, one end it up. But, it's not the thing i want to talk. When i saw my friend's face, seeing her complete face, i was thinking, will i have a complete face if i said Yes that time. Would it be okay if I just Yes. Wouldn't it be worse? Would it be okay? and when the Yes answer didn't come from my lips, does he ever want to know what's happening to me when I finally chose to reject him and sinking over with my own problems...

Would it be easier..? Then what would it be...? Would it make a difference if you knew that I still liked you...?

Minggu, 13 Juni 2010

sehari sebelum pulang karena ada minggu tenang.

setelah seminggu aku bergelut menahan mood jelek yang akhir-akhir ini melanda,=p, akhirnya aku bisa pulang ke rumah. rasanya adem kalo dirumah. mau jungkir balik gak ada yang komentar. gak pula disibukkan dengan perkara-perkara aneh kadang kadang muncul sebagai masalah anak perantauan. nggaya.

sebenernya aku kangen temen-temenku. aku kangen orang-orang yang bisa ngerti aku apa adanya. tau kebutuhannku tanpa diminta. aku baru sadar betul arti mereka. selama ini aku terlalu angkuh untuk ngaku bahwa aku juga butuh teman sama eperti mereka membutuhkan aku. aku terlalu yakin bahwa aku selalu bisa sendiri. ternyata aku salah. mungkin aku bisa nahan diri tapi itu gak lama.

Kristi, Aya, Sari, Ana... :* miss u darl...

tapi bukan berarti temen-temenku di sini gak berarti. mereka baik. bahkan sangat baik aku merasa bersyukur bisa kenal dan berteman baik dengan mereka. aku belajar banyak dari mereka. aku yang cuek dan individualis, diajari cara berbagi, dan peduli dengan cara mereka, bukan peduli dengan caraku sendiri. sesuatu yang kayaknya selalu Mamah usahakan buatku selama ini. untuk, peduli dan mengatakan apa yang kita rasakan--kepedulian kita--pada orang tertentu. selama ini, karena terbiasa denganorang-orang yang terlalu mengerti diriku, aku jadi gak perlu bersusah payah buat ngomongin apa yang aku rasain dan apa maksudku yang sebenarnya. tapi bersama mereka aku belajar buat sedikit lebih terbuka pada diri sendiri dan orang lain. mungkin mereka memang belum mengerti aku sepenuhnya. tapi itu wajar. aku pun gak menuntut demikian. tapi mereka sudah sangat baik buat seorang teman baik--bukan teman haha hihi :D luv u gals.... :)

Sabtu, 05 Juni 2010

lil bit upset

gimana ya, aku pengen ngubah dan membiasakan supaya air mukaku gak keliatan serem kalo lagi badmood, serius ato nahan emosi. don't judge the book by its cover. aku memang gak pernah, dan jarang ngasi tau tentang semua--baca SEMUA--yang aku rasain. tapi bukan berarti harus ada asumsi-asumsi aneh yang akhirnya memojokkan aku hanya karena aku sdikit kesal dengan polah beberapa orang. ooh pliss, dont you think i need to be understood either... :(

jangan memainkan sikap sikap aneh di depanku, yang dipikir gak bisa aku tebak. aku tau, kapan seseorang berbohong, terpaksa berbohong, serius, jujur, tulus, atau cuma minta perhatian yang gak penting semata. intuisi ku memang gak terlalu bagus, tapi tebakanku gak bisa dibilang jelek.

jangan nilai seseorang hanya dari wajah dan diam. aku diam bukan selalu karena marah, gak suka, atau apalah. terserah. isn't this cross your mind, that I do have my own life with it troubles... :(
seperti apapun yang dilihat, aku juga punya sesuatu yang hanya dan lebih baik ku nikmati sendiri saja. setidaknya sampai aku bisa menenangkan pikiranku sendiri.

huh. maaf.maybe ini berlebihan, tapi kayaknya ada banyak banget hal yan perlu dibenahi. kenangan-kenangan masa lalu yang traumatis--menurutku--yang kayaknya lagi mulai dilurusin sekarang. teori psikoanalisis. well. didikan dan sikap yang pernah diberikan padaku waktu kecil, pengalaman-pengalaman yang gak enak sepertinya bener-bener bikin temperamenku up-and-down sooo badly ketika aku mulai tumbuh dewasa. I'm sorry for that. dibutuhkan orang-orang yang mengerti diriku, dan gak menilai sesuatu dari luarnya aja dan emosi sesaat mereka saja.

I miss you, my besties, Paskalista Kristiana Sari, Nur Aziezah Hapsari, Qisthi Aya Wiqoyati...

Kalian yang gak terpancing untuk menutup buku dan me-rate nya jelek, ketika moodku berubah. Kalian yang mau mendengarkan cerita-cerita bodohku dengan gaya kalian masing-masing. Kalian punya warna yang berbeda. Ibarat kompie RGB kali ya...Red-Green-Blue... hahaha...

Kalian yang menghibur kalo aku lagi bete dengan style masing-masing. Manis, pedas, asin ato malah asem.. whatever... hahaha...

Setelah beberapa jam aku sibuk mengontrol emosi, buset, menahan untuk gak mengeluarkan kata-kata pedas, mengatur intonasi suara kalo ditanya, dan merenung, astaghfirullah, kenapa si koq aku bisa sebete ini. Akhirnya aku tau, I miss you gals... I need you to listen my stupid-story...

I need to be understood... :')

Selasa, 25 Mei 2010

sepi

hari ini psikologi sosial sama psikologi pendidikan jamnya kosong. :D

aku sebel.
rasanya makan satu bakul cimol sekaligus.
aku pengen cerita. tapi aku bingung sama siapa. aku males ngetik, males juga sms. aku pengen ngomong langsung. haha.

aku malu kalo ngomong perasaanku yang sebenernya. najong.
tapi aku kangen teman teman dekatku. aku kangen, Kristi, Sari , Aya....
haha. tapi anehnya aku gak pernah foto bareng berempat sama mereka. maksudnya? XD

biasanya kalo keadaan begini, mereka yang paling tau keadaanku, mereka yang bisa paham. mereka lah yang gak melihatku dengan pandangan bahwa aku menyeramkan kalo lagi sebel begini. haha.

i miss 'em... aku kangen masa saat aku bisa seenaknya cerita apa aja yang aku rasakan tanpa harus ada yang ditutupi...

hosh. sebenernya aku masih sebel gara gara kejadian kemaren.
still thinking bout him. how stupid i am.