Tampilkan postingan dengan label exhausted. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label exhausted. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2013

phase in our life

Finally,
I came to realize that moving on is all about letting go of the past.

People in our life, come and go. We gotta move to another phase to let us walk from our comfort-zone. Comfort-zone is not always meaning a happy state. You can be unhappy and hurt, but it's way too comfort to leave. Some times we are afraid to walk. It is not we're afraid that future that we predict will bring more happy endings, but it's the past that holds us. The memory of the past, the happiness we felt, the unforgettable moment, and the person--that time, they're haunting us. Our hope to feel them again in the future, the fear of loosing a precious memory if we let them go, a comfort feeling that fixated us in one particular point.

You love someone. It can be anyone, you love. It is either make you the happiest person alive or the most suffer person. But together, separation, and letting go are likely involved in the process of loving someone. I have had many times of letting go off my someone(s).
If it was a test I should have had a perfect score, but it's someone. Or more. It belongs thousand memories within, thousand smiles with them, countless pictures.

Not easy. But yeah, maybe we're not afraid of loosing them. But, more than that we're afraid to loose the memory, the happiness, the moment we shared. But what will you do if the person once we met in the past no longer exist now. We have no choice. God will arrange us a happiness that fits us. The one being worked in mysterious way, but you can not see it as long as you hold your past. Still wondering what ifs.

So, I came to realize that moving on is all about letting go of the past.

May God bless you, and happiness always be with you.

Senin, 01 Juli 2013

saya ada karena saya berpikir

akhir akhir ini kesabaran dan resiliensi gue bener bener diuji. dari ujian tekanan dari rumah, kuliah, temen-temen dan gebetan (?). hahaha. good thing alergi gue keluarnya gantian, kalo engga bisa gawat. tapi gue belajar banyak hal dari semua itu.

1. terkadang orang mengasihani dirinya sendiri lebih dari batas yang seharusnya. but that's okay mengeluh itu tempatnya manusia kok. makanya ada pepatah, kalo lo mau bersyukur jangan melihat ke atas terlalu lama dan kalo lo mau maju jangan melihat ke bawah terlalu lama..

2. kadang penderitaan yang kita rasakan itu karena ulah kita sendiri. karena lo terlalu self-minded dan enggan untuk berfikir secara lebih luas. ternyata masih banyak kok bright side dari masalah yang lo alamin. sepelik apapun masalah itu. semua tergantung gimana lo menyikapi masalah lo.

jadi kalo ada pepatah, your asumption kills you. yep, it's right guys.  terkadang pendapat lo sendiri lah yang bakal bunuh lo pelan-pelan.

3. harapan. sama halnya dengan harapan. di hunger games pernah dikatakan kalo harapan yang terlalu kecil itu bakal bikin lo terdemotivasi. harapan yang berlebihan bikin semuanya jadi ga terkendali. intinya kalo lo ga pinter dalam mengolah harapan, it's gonna kill you. like Shakespeare said, expectation is the root of all disappointment.

4. gue bener-bener sadar kalo semua yang pernah keluar dari mulut kita bakal minta pertanggungjawaban dari kita. lo mungkin pernah ngomong sesuatu hal, yang buat lo itu becanda ato ga serius. tapi di luar sana mungkin ada anak manusia yang terluka karena omongan lo. dan itu bisa berakibat fatal. ini cerita temen gue.
 
5. gesture. mungkin mulut lo bisa jadi ngomong hal-hal yang manis tapi muka dan gerakan badan lo belum tentu menunjukkan hal yang sama. gue makin belajar gimana model pertemanan di dunia yang makin dewasa dan keras ini. halah. gue bener-bener harus lebih berhati-hati. gue gamau sakit hati lagi. hahaha.
 
6.  kadang orang yang lo kira kurang baik, ato menurut temen-temen lo juga kurang baik malah ada di saat-saat terburuk lo. mungkin dia bisa bantu lo, ato dia yang mengerti apa yang tengah lo rasain ketika yang lain engga ada di samping lo, ato bahkan dialah yang bantu balikin kepercayaan diri lo tentang prinsip semua akan baik-baik saja itu kembali. who knew.

7. ini sih personal, kalo gue udah ga respek ato gasuka sama orang, sikap gue bakal keliatan banget. menunjukkan kalo gue betul-betul defensif dengan ekistensi dia. dan gue baru kena batunya kemarin. pelajarannya sih, jangan pernah berlebihan dalam bersikap ato lo bakal kena batunya. hahaha.

8. belajarlah untuk membuka hati. gue tahu ini susah. gue juga yakin kalo buat sebagian besar orang ini susah. membuka hati bisa berarti macem-macem. membuka hati ga cuma buat gebetan, mantan gebetan, mantan pacar, ato apapun sejenisnya. it's about everything. kalo lo mau membuka hati buat apa aja di dunia ini, in shaa allah semua bakal terlihat lebih terang dari sebelumnya. but it's hard, i know.

mungkin selama ini gue belum benar-benar membuka hati. belum benar-benar berusaha mengerahkan seluruh kemampuan gue untuk menuju kepada keadaan yang lebih baik, dalam hal temen, kuliah, keluarga, orang yang gue sayang, dan of course hidup gue sendiri. meski ga jarang gue merasa kecewa mereka tapi kalo lihat yang terjadi sekarang gue gabisa ngilangin kebiasaan bahwa memang gue lah yang paling bersalah. kenapa? karena ini hidup gue, gue lah yang membuat pilihan jadi gue lah yang paling bertanggung jawab dengan semuanya, terlepas dari takdir yang dikasih sama Tuhan. diem dan mengeluh udah jelas ga akan nyelesin masalah. pilihan gue cuma satu, yaitu tetep semangat buat ngejalanin apapun yang ada di depan mata. apapun. dengan alergi apapun yang nemenin gue. hahaha. dengan atau tidak ada dukungan dari orang-orang yang gue harapkan. 

jadi pelajaran terakhir adalah,

9. cogito ergosum.  gue yang sekarang ini, ADA karena ulah dari pemikiran gue. jadi mikirlah yang baik-baik, in shaa allah lo bakal jadi orang yang baik.

semangat!

Kamis, 09 Mei 2013

sequence

What if all that happened in your life were all lies. What if the life you had today, the peoples you used to talk were all nothing. They don't have any connection with you, or even worse they never existed. What if all these things that matters you, the thing that revolves around you, the peoples you are clinging to, all were a dream. These all were only a part of a dream. You are only somebody who is suffering coma and have had a long long dream.
If it was true, I am afraid I can not take that. I am afraid I choose to stay in coma instead.
Sometimes, when you really attached to certain thing, whether it's person, thing or relationship, it will be hard to be separated from them. To accept that finally they will not be included in your life anymore.
To let them go.
It was hard to imagine what my life could be without one person I love and respect gone. For my self being honest, I never imagine that. Yes it is hard, those concatenation of my life changing. But I finally have my self over it. I am okay and being ready to face my next destiny.
Sometimes, it is hard to accept the truth. It is really terrifying to picture that what I have been trough, all the relationship I had with all my bestfriends, my Mother, my Brother, and my loved one were nothing. I mean, we do not sit at the same boat, we do not cross the same sea. They don't feel the feeling the way I do. They can not understand. No, I love them and yes maybe they like being with me. If they were not, how could they stay. But, sometimes being together doesn't meaning always has the same rhythm in understanding each other. Everytime.
I try to comprehend, I will look closely what matters and fix what bothers. 
For the ones I love, I will, and if it doesn't work out...so it is the time for accepting.
To let them go. 

Jumat, 12 Oktober 2012

u can hear the voice


renungan. prokastinasi. oktober. 2012 

tik tok tik tok...

waktu terus berjalan dan kita ga bisa menghindar dari kenyataan itu. sementara waktu berjalan, umur makin bertambah, dan kenyataan bahwa kita semakin dewasa semakin dekat. at least to be what we supposed to be. grown up. dengan semua sisi kedewasaan yang dituntut oleh lingkungan sekitar, dengan to-do-list tanggung jawab yang mulai muncul, dan dengan well, let's say, beban yang makin bertambah.

di kampus, u gotta face the final exam, whatever it's gonna be, thesis, final assignment, final project, apalah terserah. sooner or later you're just gonna meet them. greet them, nicely.
di rumah, dewasa, contoh buat yang lain, tanggung jawab, advise, more complicated discussion, more complex, or having more responsibilities in it...
social life, you just..gotta get yourself to adjust your surrounding. the way you dress up, the way you speak, the way you behave, the way you think, the way you treat people, the way you show yourself to the others...

and sooner or later,

the work-life.... sigh... it doesn't meaning i dont wanna move to the next cha\pter but, it is just... it seems...burdensome...  being adult, being a grown up woman, a grown up eldest sister in your family, is kinda...  it doesnt mean that i dont like it, wanna runaway or something but, just gimme a break... i was just, a little bit afraid. i am....

if couple years ago i was brave enough to say that i'm ready to bear all the responsibilities and can not wait for being adult, really the whole adult life... now, i mean like right now, i wanna grab a time machine and stay at that age a little longer... just for few moment...

but the time is ticking dude... no mercy.

which mean.. i.have.no.other.option.

just walk, and get my self, my whoolle self ready for that phase coming to my life closer... yes. i guess we never have a choice. keke. even the most simple thing such as taking a breath is a choice, the future phase. keke. literally :p besides, taking a breath is not a simple thing, you can not live if you can not taking the oxygen properly can you? :p
so let's make these things clear. we don't have a choice for stepping the previous chapter, the only possible way is walking forward, taking a new chapter, the next chapter in your destiny. no offense, no regret and hesitation. okay, i knew it. it is going to be a lil bit hard, definitely.it is going to take a little time. but come on, that's the only--natural--way to challenge your self become stronger. a new one. a better one.

so hold on. not for them, but for your self.

keep your head high, never loose the faith, and be brave.

a better-new-strong person, is on her/his way...

a better-new-strong person is you... :)

Jumat, 25 November 2011

serius

ada kadang rasanya betul-betul bingung dan gak tau harus bagaimana. enggak bukan galau. serius. tapi betul-betuk bingung... mau sedikit kesal sama teman, tapi ingat juga teman juga manusia, punya kepentingan dan hidup sendiri. tapi. saya. juga. enggak enggak, semua peduli kok.hanya mungkin saya yang berlebihan, kadang gak ingat waktu. terlalu berorientasi pada goal setting dan gak ingat kepentingan orang lain kalo saya merasa saya bisa menghandle urusan saya sendiri. pun kalo gak ada yang protes saya juga akan sadar, tapi saya diam. saya bingung juga jadinya. saya juga bingung kalo ternyata menyadari saya lebih polos daripada yang saya duga. saya benci jadi orang yang gak tau apa-apa, meski ada yang bilang saya tau banyak. saya gak suka ketidaktahuan. karena kalo sudah begitu saya jadi bingung. saya kadang menjadi orang yang sangat text book, ya saya tau itu. karena dari mana lagi kita bisa berpedoman yang bisa buktikan keabsahannya kalo bukan dari bukti tulis. saya juga kadang bisa terlalu rigid terhadap peraturan. ya, semua itu karena saya takut kesalahan.

oiya, ada satu teman, saya sangat berterimakasih pada salah satu teman saya karena dia berterimakasih pada saya. it was just a simple thank you.. ucapan terimakasih kamu membuat saya sadar bahwa apa yang saya lakukan tidak sepenuhnya salah.. atau betul bagi yang beranggapan sebaliknya.. :)

apapun, siapapun, bagaimanapun, dan seperti apa ini. saya bingung.. saya gak tau, kemana arah otak saya harus berpikir..